Kerugian Kebun Sawit Akibat Salah Pemupukan
Salah Pemupukan / 11 September 2009

Indonesia merupakan salah satu penghasil komoditas kelapa sawit terbesar di dunia. Kebutuhan tandan buah kelapa sawit (TBS) akan seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan CPO (crude palm oil/CPO). Permintaan dan harga CPO, salah satunya seiring dengan meningkatnya harga minyak mentah, menjadikan CPO pilihan untuk bahan baku pembuatan bio energi ( bio ethanol) disamping adanya permintaan konvensional untuk produk turunan ( derivatif) lainnya ( sabun, kosmetik, minyak goreng). Dengan demikian, peluang peningkatan produksi melalui perluasan kebun, peningkatan produktivitas/ Ha dan peningkatan industri pengolahan kelapa sawit (PKS) masih prospektif untuk memenuhi pasar dalam dan luar negeri. Upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing agribisnis perkebunan kelapa sawit diantanya melalui penggunaan pupuk majemuk lengkap tablet formulasi Gramalet. Namun, Kunjungan ke petani sawit di Taluk Kuantan Riau membuktikan dugaan selama ini kalau banyak beredar pupuk dibawah standar mutu. Akibatnya, kerugian pekebun ( sawit) ditunjukkan oleh kurusnya bagian atas pohon masa pertumbuhan 2 tahun terakhir ketika petani menggunakan pupuk dibawah mutu tersebut. Padahal pupuk memegang peranan penting bagi suksesnya target produksi dan pencapaian mutu hasil tanaman yang diusahakan. Bagi petani, pekebun dan perkebunan, pupuk adalah bahan pokok,  jika mengingat biaya pemupukan dan belanja pupuk bisa mencapai 30 % dari total biaya operasional suatu kegiatan usaha tani. Apalagi…